BIOGRAFI IBUKU

IBUKU TERSAYANG

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalamualaikum wr.wb...

Haii teman-teman blogger, kali ini saya membuat Biografi tentang Ibuku.

     Ibu adalah orang yang melahirkan kita ke dunia. Ibu adalah wanita yang sangat aku cinta. Ia adalah wanita yang telah membesarkanku, merawatku, mendidikku, dan orang yang sangat aku kagumi. Ia adalah wanita yang sangat tangguh, penyayang, penyabar, pantang menyerah, dan tiada kasih yang terputus darinya untukku. Menurutku, kasih ibu tiada pernah terbayarkan oleh apapun selain bagaimna kita bisa membuatnya bangga.
    Ibuku bernama Ilis Arbaiyah yang berumur 39 tahun, lahir di Sukamara pada tanggal 8 April 1981. Beliau merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Ibuku satu-satunya anak perempuan. Beliau mempunyai 4 adik laki-laki. Semasa kecil ibu dibesarkan di Ranggungan. Setelah ayahnya merantau di Sukamara, ibu dan keluarganya mulai menetap di Sukamara. Ibu mengawali pendidikannya di TK Pembina letaknya tidak jauh dari rumah. Nenekku mengatakan bahwa sejak kecil ibu adalah sosok yang pemberani.
   
     Setelah lulus dari TK Pembina, ibu melanjutkan pendidikan di SD Negeri Mendawai 5. Letaknya juga tidak jauh dari rumah. Nenekku mengatakan setelah ibu duduk dibangku kelas 1 ibu rajin sekali belajar, sehingga ibu menjadi juara kelas. Sejak kecil ibuku sudah hidup mandiri dengan menjaga dan mengurus keempat adik-adiknya yang masih kecil-kecil. Ibu lahir dari keluarga yang sederhana, bisa dibilang tidak berkecukupan. Waktu duduk bangku SD ibu sudah membantu nenekku berjualan kangkung dan ikan berkeliling kampung. Hasil dari jualan itu untuk jajan ibuku sekolah. Ibu dari kecil sudah di didik nenek belajar mandiri. 
   Setelah 6 tahun mengemban pendidikan di SD, ibu melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Sukamara. Pada masa itu ibu hanya berjalan kaki untuk berangkat sekolah, SMP nya lumayan jauh dari rumah. Pada masa ini juga ibu mulai menemukan hobi barunya, yaitu memasak. Pada saat itu ibu sering membantu nenek memasak untuk adik-adiknya. Rasa penasaran ibu dengan berbagai resep masakan mulai bermunculan, lalu ibu membeli buku resep dan mempraktikannya sepulang sekolah, Ibu mencoba berbagai resep masakan selama berhari-hari dan selalu berhasil. Ibu memang orang yang tekun, oleh karena itu dengan keahlian nya memasak ibu berjualan kue hasil buatannya dengan nenek, ketika sore hari ibu berkeliling kampung menjual kue. 

Ibuku ketika SMA
  
  Lulus dari SMP Negeri 1 Sukamara ibu melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Sukamara. Dibangku SMA prestasinya semakin meningkat, ibu semakin giat belajar. Akan tetapi setelah lulus dari SMA ibuku tidak melanjutkan kuliah karena masalah ekonomi, karena ibu memiliki empat saudara yang juga pendidikannya masih dibiayai oleh kakek. Tidak berapa lama setelah lulus ibuku lalu menikah dengan ayahku yaitu Heri Hairudin. Tepat dihari pernikahannya ayah ibuku yaitu kakekku meninggal dunia karena sakit. Di hari yang bahagia menjelang pernikahan nya ayahnya meninggal, ibuku sangat sedih sekali karena kehilangan ayahnya dihari bahagianya.

    
Sejak ayah beliau meninggal dunia, ibu dan ayah tinggal bersama nenek dan menjaga keempat adiknya. 
Setelah aku berusia 7 tahun barulah ayah dan ibu mempunyai rumah sendiri dan tidak tinggal bersama nenek lagi. Ibuku orang yang sederhana, kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah, dan terkadang ia ikut membantuk nenek berjualan ikan dipasar. Ibu orang yang sangat kuat, ia bisa membagi waktu dalam mengurus keluarga, anak maupun suami. Ia memiliki banyak pekerjaan namun ia tidak pernah mengeluh dan lelah dalam mengurus pekerjaanya setiap hari. Sebagai ibu rumah tangga, kehidupan ibu sangat sibuk mengurus semua kebutuhan keluarga, bahkan ibu harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan sarapan utuk keluarga, membersihkan rumah, dan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan ayah saat bekerja. 
    
    Saat aku dibangku kelas 3 SD, ibu bekerja sebagai baby sister anak tetangga. Hanya 3 tahun ibu bekerja sebagai baby sister karena ibu tidak sanggup, karena waktu itu ibu sedang mengandung adikku. Setelah adikku lahir kami sekeluarga senang sekali terasa dirumah sangat lengkap. Pada usiaku 7 tahun, aku sudah diajarkan mengaji dan sholat oleh ibuku, setiap malam setelah sholat maghrib ibu selalu mengajarkan aku membaca iqro, ibu bilang kalau kita selalu membaca iqro di hari kiamat nanti iqro akan berubah menjadi perahu dan petunjuk iqro akan berubah menjadi pengayuh kita di hari kiamat nanti. Berkat didikan ibu aku hatam al-quran umur 10 tahun. Setelah aku hatam pun ibu selalu mengingatkan ku untuk selalu membaca al-quran. Pada akhirnya aku pun mengenal dan bisa membaca al-quran karena ibu yang mengajariku dengan penuh kesabarannya. Aku sangat bangga mempunyai ibu sepertinya, ibu orang yang sangat taat kepada agamanya dan sering kali menasehatiku disetiap waktunya.
  
   Saat aku dibangku SMP ibu sudah mengajarkan aku memasak, karena ibuku sangat hobi memasak, dan sudah terbiasa memasak dari remaja, maka ia juga mengajariku untuk melakukan apa yang ia sukai, agar aku juga bisa memasak sepertinya. Ibuku tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli yang tidak dibutuhkan, ibu selalu mengajari aku dan adikku untuk berhemat. 
    Ibuku merupakan sosok yang sangat menginspirasi dalam hidup. Karena sejak kecil sudah mampu hidup mandiri, tak pernah mengeluh, selalu sabar menghadapi cobaan dalam hidup dan merupakan sosok yang sangat rendah hati. Yang menjadikan semuanya itu motivasi aku untuk membahagiakan kedua orang tuaku terutama ibuku. Prinsip hidupnya yang akan terus aku contoh.
    Ibu merupakan idola setiap anak tanpa pengecualian, karena tanpa beliau kita tak mungkin ada, karena ranpa beliau kita tak akan tau apa artinya hidup. Ada satu perkataan dari Beliau yang selamanya akan ku ingat dan akan aku jalani. Beliau pernah berkata seperti ini "Yang namanya orang tua pasti akan selalu berusaha membuat anaknya bahagia apapun caranya, tetapi anak belum tentu berusaha membuat orang tuanya bahagia". Sebuah perkataan yang mampu membuka hati dan pikiran kita dan menjadikan ibu sebagai sumber kekuatan menjalani hidup ini. 
   
     Aku belajar banyak hal dari ibuku, dia wanita yang sangat tangguh, wanita yang sangat aku cintai, wanita yang sangat berarti dalam hidupku, tanpanya aku tidak akan pernah ada didunia dan tanpanya pula aku tidak akan permah menjadi seperti ini. Aku bangga mempunyai ibu sepertinya.Ibu yang selalu aku banggakan, ibu yang selalu bisa membuat anak-anaknya bahagia, dan demi kebahagiaan anak-anaknya bapak dan ibu harus bekerja keras setiap hari. Ibuku tidak pernah bermalas-malasan karena ibuku tahu bahwa kesuksesan akan tercapai jika kita rajin berusaha dan berdoa, itu yang ibu ajarkan kepadaku.
    Sayangilah kedua orang tuamu, bahagiakanlah mereka selama mereka hidup. Mereka tak akan pernah menuntut kita untuk membuatnya bahagia. Bahagiakanlah dengan cara yang paling sederhana sekalipun. Karena itu salah satu kewajiban kita sebagai anak. Sayangilah kedua orang tuamu, sayangilah Ibu, Terimakasih Ibuku:)
    
Ibuku yang cantik





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan Kampungku

Analisis Bahasa berdasarkan PUEBI dan KBBI

KOSAKATA BAHASA MELAYU SUKAMARA